logo
×

Minggu, 30 Januari 2022

Dituding Jadi Biang Kerok Protes ke Edy Mulyadi, Deddy Sitorus: Itu Logikanya di Mana? Itu Kan Logika Otak Reptil

Dituding Jadi Biang Kerok Protes ke Edy Mulyadi, Deddy Sitorus: Itu Logikanya di Mana? Itu Kan Logika Otak Reptil

DEMOKRASI.CO.ID - Anggota Komisi VI DPR RI, Deddy Sitorus menanggapi tudingan bahwa ia menjadi biang kerok atas protes terhadap jurnalis senior, Edy Mulyadi atas pernyataan “tempat jin buang anak”.

Deddy Sitorus mempertanyakan logika di balik tudingan tersebut. Ia menyindir bahwa itu adalah logika reptil.

“Itu usaha sekelompok buzzer untuk men-downgrade perasaan terhina masyarakat dalam memperjuangkan Kalimantan yang terjadi di seluruh wilayah di Kalimantan, yang entitasnya mau di-downgrade,” katanya pada Minggu, 30 Januari 2022, dilansir dari RMOL.

Anggota Komisi VI DPR RI ini membantah dengan tegas bahwa ia terlibat dalam demonstrasi tersebut.

Terlebih, aksi yang dilakukan sekelompok masyarakat adat di Kalimantan itu bukan dari daerahnya atau kampung halamannya.

“Masa insiden kecil salah ucap di suatu pelosok Kalimantan Utara dijadikan kebenaran bahwa saya yang melakukan, itu logikanya di mana? Itu kan logika otak reptil,” katanya.

Sebelumnya, viral video sekelompok orang berpakaian adat suku dayak di Kalimantan hendak menyampaikan kecaman atas pernyataan yang menghina harga diri mereka.

Video berdurasi 25 detik ini menjadi viral lantaran sang orator menyebut nama Deddy Sitorus.

Padahal, sosok yang ramai diperbincangan tentang dugaan penghinaan suku di Kalimantan adalah Edy Mulyadi.

“Menginjak-injak harga diri, budaya, adat istiadat, tanah leluhur kami orang dayak dari Kalimantan, saudara Deddy Sitorus mulai…,” ujarnya yang turut membuat perekam video menjadi tidak fokus pada kameranya.

Netizen pun ramai menuding Deddy Sitorus sebagai biang kerok atau orang di balik aksi protes masyarakat tersebut. [terkini]

Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: