logo
×

Rabu, 09 Oktober 2019

Trauma, Warga Asal Sumut yang Jadi ASN di Wamena Minta Pindah Tugas

Trauma, Warga Asal Sumut yang Jadi ASN di Wamena Minta Pindah Tugas

DEMOKRASI.CO.ID - Kerusuhan yang terjadi di Wamena, Papua, menyebabkan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Puskesmas trauma berat. ASN bernama Mardelina N Manurung itu memboyong keempat anaknya ke Medan, dan berharap Gubernur Edy Rahmayadi membantu proses pindah tugasnya.

Mardelina sebelumnya bertugas sebagai analis di Puskesmas di Wamena. Begitu kerusuhan terjadi, dia panik. Selama 15 tahun tinggal di sana, tak pernah seperti itu. Api membakar semuanya.

Dia membawa apa yang ada, lalu menyelamatkan bersama keempat anaknya. Sementara sang suami tak bisa ikut karena bertugas sebagai bintara di Polres Jaya Wijaya.

Saat bertemu dengan Edy Rahmayadi di kantor Gubernur Sumut di Medan, Rabu (9/10/2019), Mardelina meminta solusi persoalan yang dialaminya. Dia trauma, tak ingin kembali ke Wamena.

"Saya analis, Pak. Di Puskesmas. Kalau bisa, saya berharap tugas di sini saja. Tak mau kembali ke Wamena. Trauma di sana," kata Mardelina yang kampung halamannya berada di Tiga Balata, Kecamatan Jorlang Hataran, Kabupaten Simalungun.

Terkait dengan permintaan ini, Edy akan meminta stafnya untuk melakukan pendataan. Dia juga berjanji akan berupaya terkait pemindahan sang suami agar keluarga Mardelina bisa berkumpul kembali.

"Pastikan mau tinggal di mana. Nanti laporkan. Kita upayakan agar bisa berkumpul semua," ujar Edy.

Kepada wartawan, Mardelina menyatakan rasa trauma itu terutama karena menyaksikan langsung kerusuhan dan pembakaran.

"Pembakaran itu saya lihat langsung, karena memang di di depan Puskesmas kejadiannya. Mulai dari mereka siram bensin. Api kecil, api besar, sampai hangus saya lihat itu," katanya.

Dia menyatakan tak mungkin kembali ke Wamena. Kini dia berharap ada peluang memulai hidup baru, sembari berharap sang suami bisa pindah ke Sumut. [dtk]
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: