logo
×

Jumat, 05 Agustus 2016

JK: di Malaysia Khatib Doakan Pemerintah, di Indonesia Khatib Kritik Pemerintah

JK: di Malaysia Khatib Doakan Pemerintah, di Indonesia Khatib Kritik Pemerintah

Nusanews.com -  Wakil Presiden Jusuf Kalla menginginkan pengelola masjid turut membentengi umat dari pemilkiran-pemikiran yang menyimpang dan radikalisme yang membahayakan bangsa ini.

"Tugas kita semua menjaga, bagaimana masjid memakmurkan masyarakat agar tidak terjadi pemikiran-pemikiran yang menyimpang. Hal itulah yang kita inginkan. Dan kita bersyukur, hal itu telah kita capai," katanya saat memberikan sambutan seminar internasional tentang Peran Masjid Dalam Menangkal Pemikiran Menyimpang di Aula Buya Hamka, Masjid Agung Al Azhar, Jakarta, Kamis (4/8).

Wapres yang juga Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) itu memperkirakan bahwa jumlah masjid di Indonesia saat ini mencapai 800 ribu unit. Jumlah tersebut, kata dia,  merupakan yang terbanyak di dunia.

"Artinya setiap 250 orang Islam di Indonesia, terdapat satu masjid atau mushalla," ujarnya dalam seminar yang digelar "The Mulim World League" (MWL) atau "Rabithah A' A'lam Al Islami" itu, menambahkan.

Uniknya, dari 800 ribu unit masjid itu, sekitar 95 persen dibangun secara gotong-royong oleh masyarakat. "Oleh karena itu, jangan salahkan jika di masjid-masjid di Indonesia ada kotak amal. Anda tidak akan menemukan kotak amal di masjid-masjid di Malaysia dan Brunei," ucapnya.

Menurut Kalla, Indonesia tidak bisa disamakan dengan Malaysia, Brunei, Pakistan, dan negara-negara di kawasan Timur Tengah yang sebagian besar masjidnya dibangun oleh pemerintah.

"Oleh karena itu, semua imamnya, khatibnya orang pemerintah. Di Indonesia tidak. Di Malaysia, begitu khatib naik, langsung mendoakan sultan, mendoakan pemerintah. Di Indonesia begitu naik, langsung mengkritik pemerintah," tuturnya.

Meskipun bukan pekerjaan mudah, lanjut Wapres, pemerintah akan berupaya mengoordinasikan masjid, terutama soal penggunaan pengeras suara agar tidak menimbulkan persoalan sosial di tengah masyarakat.

"Sebagai Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia saya gembira atas upaya kita semua untuk kembali dan selalu menjadikan masjid sebagai tempat dan benteng bagi kita semua dan tempat kita beribadah serta menjalin kehidupan sosial," ujarnya. (rol)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: