logo
×

Jumat, 04 Desember 2015

Riza Chalid: Kalau Pak JK Presiden, Terbang Kita...

Riza Chalid: Kalau Pak JK Presiden, Terbang Kita...

NBCIndonesia.com - Rekaman percakapan antara Ketua DPR Setya Novanto, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin, dan saudagar minyak, Riza Chalid, masih menyisakan cerita menarik.

Salah satunya, seloroh Riza Chalid dan Setya Novanto yang berandai-andai jika Presiden RI adalah Jusuf Kalla (JK). Jika JK Presiden, urusan bisnis mereka akan lebih lebih mudah.

"Kalau Pak JK presiden," kata Riza dalam transkrip itu. "Wah terbang kita," timpal Setya Novanto.

Percakapan itu bermula dari rencana Riza untuk merapat ke kubu Jokowi-JK dengan memanfaatkan Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan sebagai pintu masuk.

"Kita undang Pak Luhut datang. Saya siapkan depan. Ada Pak Luhut ama timnya. Saya bilang itu, saat ini kita sudah kalah. Kalah Pilpres. Tapi kita akan balas tahun 2019. Cuma sekarang kita harus berdamai membangun negara. Jangan ikut. Presiden sama wapres enggak boleh diganggu, saya bilang. Kita cari makan. Sekarang Pak Luhut yang ada di sana, Ini temen-temen dan kita minta ikutlah Pak Luhut. Coba Pak Luhut sampaikan ke Jokowi. Kalau mau sepakat begitu kita dukung. Ini saran saya. Mulai ngomong rurururuurr… Akhirnya sepakat pak malam itu, oke kita dukung Jokowi JK supaya sukses. Nanti 2019 ceritanya lain. Langsung deh pada dukung Jokowi, pada ketemu Jokowi semua. Prabowo apa dukung Jokowi. Sejak itu. Makanya Pak, DPR gak pernah ganggu Jokowi. Gak pernah ganggu Jokowi. Malah yang enggak mendukung Jokowi itu PDIP. KMP enggak,  semuanya mendukung. Itu kita happy juga sih. Kalau negara aman kita punyajalan. Tapi kalau ribut terus di palemen, pusing kepala. Bayangin sudah kurang aman negara, ekonominya ancur," jelas Riza di transkrip rekaman itu.

Setya Novanto menyahut. "Kesalahan menteri-menterinya juga".

MR: Ya presiden juga andil.

SN: Ya kita harus jujur. (rmn)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: