![]() |
Darmawan Prasodjo |
“Kami tidak rela Presiden Joko Widodo sudah dikhianati oleh agen-agen mafia yang menjual intelektualitasnya. Untuk itu kami meminta agar KPK berinisatif untuk memeriksa orang yang disebut sebagai Darmo dengan dugaan menerima gratifikasi berdasarkan mengakuan MRC pada rekaman tersebut,” kata Joanes Joko, Koordinator Duta Joko Widodo dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (04/12/2015).
Joanes menyatakan demikian mengacu pada bukti rekaman Makelar Saham Freeport yang diperdengarkan di Mahkamah Kehormatan DPR (MKD) kemarin, Rabu (02/12/2015), yang berisi pembicaraan tiga orang, yakni Ketua DPR Setya Novanto, Riza Chalid dan Dirut PT Freeport Indonesia Ma’roef Syamsoeddin.
Menurut dia jika laporan dan tuntutan kepada pihak berwajib tidak dilakukan, patut diduga isi rekaman dan persekongkolan tersebut valid.
“Orang yang bermain mata dalam persekongkolan jahat pemburu rente tidak layak mendapat kepercayan presiden,” tegas dia.
Darmawan Prasodjo adalah Deputi Bidang I Kantor Staf Presiden alias anak buah Luhut Pandjaitan ketika menjabat Kepala Kantor Staf Presiden. Darmawan sekaligus kader dari PDI Perjuangan yang cukup lama bekerja di Amerika Serikat. Darmo meraih gelar master dan doktor dari Texas A&M University, AS. Dia adalah the rising star di industri Migas, diduga, karena kedekatannya dengan pucuk pimpinan PDIP.(rmn)